twitter



1)      Buku Elektronik
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB).
Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
2)      E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik.
Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system).

LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.



Secara umum dengan terintegrasikannya kelas dengan ICT maka sangat dimungkinkan bahwa kelas bisa dibawa ke kancah global. Kelas bisa terhubung tanpa sekat dengan kelas yang lain, bahkan “dunia lain”. Dengan demikian pembatasan dan konsepnya harus jelas. Untuk apakah penggunaan ICT dalam kelas? Apakah akan belajar menggunakan ICT ataukan Menggunakan ICT untuk belajar? Idealnya tentu adalah bagaimana memanfaatkan ICT untuk belajar.
Prinsip umum penggunaan teknologi, dalam hal ini ICT, adalah sebagai berikut:
  1. Efektif dan efisien. Penggunaan ICT harus memperhatikan manfaat dari teknologi ini dalam hal mengefektifkan belajar, meliputi pemerolehan ilmu, kemudahan dan keterjangkauan, baik waktu maupun biaya. Dengan demikian, penggunaan ICT yang justru membebani akan berakibat tidak berjalannya pembelajaran secara efektif dan efisien.
  2. Optimal. Dengan menggunakan ICT, paling tidak pembelajaran menjadi bernilai “lebih” daripada tanpa menggunakannya. Nilai lebih yang diberikan ICT adalah keluasan cakupan, kekinian (up to date), kemodernan dan keterbukaan.
  3. Menarik. Artinya dalam prinsip ini, pembelajaran di kelas akan lebih menarik dan memancing keingintahuan yang lebih. Pembelajaran yang tidak menarik dan memancing keingintahuan yang lebih akan berjalan membosankan dan kontra produktif untuk pembelajaran.
  4. Merangsang daya kreatifitas berpikir pelajar.
Dengan menggunakan ICT tentu saja diharapkan pelajar mampu menumbuhkan kreativitasnya dengan maksimal yang terdapat di dalam diri mereka. Seorang anak yang mempunyai kretaivitas tinggi tentunya berbeda dengan pelajar yang mempunyai kreativitas rendah. Pelajar yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul. Sedangkan pelajar yang berkreativitas rendah terlihat kurang menanggapi permasalahan dalam pembelajaran. Pelajar yang kurang kreativitas tidak akan bisa dengan cepat menyelesaikan tugas, dan apabila kesulitan dalam membuat tugas pelajar tersebut terlambat reaksinya untuk bertanya kepada orang lain.

Dengan demikian tujuan ICT akan sejalan dengan tujuan pendidikan itu sendiri ketika digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan ICT tidak justru menjadi penghambat dalam pembelajaran namun akan memberikan manfaat yang lebih dalam pembelajaran.




1 Prinsip Dasar
Dalam proses pengembangan TIK di lingkungan DEPDIKNAS terdapat 7 (tujuh) prinsip dasar yang dijadikan landasan bagi perencanaan dan pelaksanaan programprogram TIK, yaitu:
a) Akses dan layanan untuk semua (Universal Access and Services Obligation)
b) Berbagi pakai (Resource Sharing)
c) Produksi lokal konten (Local Content Product)
d) Biaya akses dan layanan relatif rendah (Low Cost Access and Services)
e) Sistem terintegrasi (Integrated System)
f) Kesinambungan yang mandiri (Self Sustainability)
g) Sistem yang transparan dan akuntabel (Tranparancy and Accountable System)
TIK DEPDIKNAS harus bisa dimanfaatkan untuk semua warga komunitas DEPDIKNAS di seluruh daerah di Indonesia. Oleh sebab itu diterapkan prinsip layanan bagi semua (Universal Service Obligation, USO) dan akses bagi semua (Universal Access Obligation, UAO).
Orientasi pengembangan sistem dan layanan TIK DEPDIKNAS haruslah saling terintegrasi (Integrated System). Integrasi sistem ini ditujukan untuk meningkatkan produktifitas kinerja sistem TIK DEPDIKNAS. Dalam hal ini DEPDIKNAS akan mengembangkan standar-standar dan kebijakan-kebijakan terkait dengan akses ke sistem dan layanan TIK yang bersifat umum baik di tingkat pusat dan daerah.

2 Sasaran Pengembangan
Untuk mencapai visi dan misi TIK DEPDIKNAS, terdapat 5 (lima) sasaran pengembangan TIK DEPDIKNAS yang menjadi pedoman dari pelaksanaan programprogram TIK DEPDIKNAS, antara lain:
a) · Perluasan dan pengembangan infrastruktur dan konektifitas TIK
b) · Pemberdayaan TIK pada proses belajar dan mengajar (e-learning)
c) · Pemberdayaan TIK dalam proses administrasi dan manajemen pendidikan
(e-administration)
d) · Peningkatan skill, literasi dan kompetensi pada guru dan siswa di bidang TIK.
e) · Pengembangan tata kelola TIK yang berkesinambungan.

Pengembangan EMIS (Education Management Information Systems) sebagai sistem pendukung manajemen akan diterapkan secara terpadu dan online system untuk menunjang keberhasilan pengukuran sejumlah indikator penting pada rencana strategis DEPDIKNAS yaitu: peningkatan mutu, perluasan akses dan efisiensi pendidikan.

3 Layanan Utama TIK
Wujud nyata dari TIK DEPDIKNAS adalah membangun layanan-layanan berbasis TIK untuk mencapai sasaran-sasaran hasil yang telah ditetapkan. DEPDIKNAS akan mengembangkan beragam layanan utama TIK yang bersifat mendasar yang dijelaskan sebagai berikut:
1) · Layanan Utama TIK DEPDIKNAS merupakan layanan dasar yang bersifat umum/inti yang diperlukan untuk melaksanakan TIK pada pendidikan.
2) · Layanan Utama TIK di DEPDIKNAS befungsi sebagai fasilitas sistem informasi dan komunikasi di lingkungan DEPDIKNAS.
3) · Layanan Utama TIK DEPDIKNAS diberikan dalam tiga bagian  (1: Layanan Jaringan Intranet dan Internet, 2: Layanan Aplikasi dan konten, 3. Layanan Bantuan/Dukungan Pengguna (user support).
4.    Seluruh bentuk pengembangan Layanan Utama TIK DEPDIKNAS tersebut akan disediakan dan dibiayai sepenuhnya oleh DEPDIKNAS dalam batasan tertentu.
5.    Komunitas DEPDIKNAS akan dilibatkan secara aktif untuk membangun berbagai konten pada Layanan Utama TIK di bidang pendidikan sesuai dengan standar dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh DEPDIKNAS.

A. Layanan jaringan Intranet dan internet
Layanan ini berfungsi sebagai penyedia infrastruktur dasar dari sistem komunikasi dan informasi komunitas DEPDIKNAS.  Jenis layanan ini antara lain:  Data Center DEPDIKNAS, Network Operation Center (NOC), koneksi Internet publik, TIK Center Kota/Kabupaten dan Wide Area Network (WAN) Intranet Nasional. Seluruh layanan ini akan digunakan sebagai media dalam mendistribusikan layanan dasar aplikasi di TIK DEPDIKNAS.

B. Layanan aplikasi dan konten
Merupakan layanan aplikasi dan konten yang bersifat dasar/umum yang diimplementasikan dan didistribusikan pada infrastruktur layanan jaringan Intranet dan Internet dari TIK DEPDIKNAS. Terdapat 3 kategori jenis layanan aplikasi, yaitu:
(1). Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Terpadu
(2) Aplikasi Komunikasi dan Informasi dan                       
(3) Aplikasi Teknologi Instruksional Pembelajaran. Wujud dari layanan aplikasi SIM

C. Layanan dukungan pengguna (technical support user)
Merupakan bentuk layanan untuk mengatur, memelihara, dan mengembangkan pengguna layanan, termasuk juga dalam hal ini adalah penyediaan call center/helpsek, sistem pengelolaan pengguna secara terpusat, dan program pelatihan bagi pengguna. Seluruh penyajian layanan-layanan utama TIK DEPDIKNAS yang bersifat dasar/umun tersebut merupakan layanan yang berfungsi sebagai modal dasar pengembangan TIK DEPDIKNAS yang sepenuhnya akan dibiayai oleh DEPDIKNAS.
Jika hal ini dapat diwujudkan maka merupakan indikator dikuasainya TIK di lingkungan DEPDIKNAS. Dengan demikian komunitas DEPDIKNAS dapat dinilai telah memiliki kualifikasi skill dan kompetensi penguasaan TIK dan dapat terlepas dari ketergantungan digital (digital dependency).

4 Konten Informasi
Seluruh Informasi yang disajikan dalam TIK DEPDIKNAS berasal dari berbagai sumber. Pengelola pusat TIK DEPDIKNAS akan menangani kandungan informasi resmi (official contents) di tingkat pusat. Kandungan informasi lainnya selayaknya diperolah dari kontribusi pengelola TIK DEPDIKNAS di tingkat daerah, sekolah dan komunitas.




5 Komunitas
·           Komunitas DEPDIKNAS yang dimaksud adalah pimpinan/kepala sekolah, guru, siswa, pegawai, alumni dan masyarkat umum di lingkup sekolah menengah kejuruan dan departemen lain yang terkait.  Pelaku utama (baik pengguna maupun pemasok) layanan dan konten dalam
TIK DEPDIKNAS adalah anggota komunitas DEPDIKNAS.
Pengguna dari komunitas DEPDIKNAS diberikan Login ID tunggal untuk memastikan otentifikasi, otorisasi dan identifikasi dirinya untuk akses beragam layanan di TIK DEPDIKNAS, Login ID tersebut juga berfungsi sebagai lisensi untuk menggunakan TIK DEPDIKNAS secara bertanggungjawab.
·
6 Login ID dan Pengguna
Pengguna TIK DEPDIKNAS dapat diklasifikasikan ke dalam lima tingkatan berdasarkan kompetensi dan wewenang yang dapat diberikan, yaitu:
a. · Pengembang (Developer) adalah user produsen yang berwenang untuk memodifikasi dan      mengembangkan suatu sistem atau layanan baru.
b. · Administrator (Super User) adalah user yang mengelola layanan dan berwenang untuk      menginstal dan memelihara suatu aplikasi atau system.
c. · Pengguna Khusus (Power User) adalah user produsen yang mengelola layanan yang       memiliki wewenang untuk mengubah konten/data dari sebuah aplikasi.
d. · Pengguna Biasa (Native User) adalah user sebagai pengguna tetap dari layanan-layanan      yang disediakan dan bagian dari komunitas DEPDIKNAS.
e. · Tamu (Guest) adalah user sebagai pengguna dari layanan-layanan yang disediakan     bersifat temporer dan bukan bagian dari komunitas DEPDIKNAS.

7 Pembiayaan Operasional
Pengelolaan TIK DEPDIKNAS di tingkat pusat akan dibiayai oleh DEPDIKNAS.    DEPDIKNAS membiayai kebutuhan pembiayaan operasional dari layanan utama yang bersifat mendasar / umum (contoh: backbone jaringan / jalan bebas hambatan).
Biaya operasional dan perawatan sistem TIK DEPDIKNAS di setiap daerah ditanggung bersama antara pemerintah daerah, sekolah atau komunitas.
Pengelola TIK DEPDIKNAS di daerah harus mengembangkan potensi ekonomi dan keunggulan lokal dari setiap daerah agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

8 Konsep Inovasi
Pengembangan TIK harus menjadi peluang bagi inovator-inovator di kalangan komunitas DEPDIKNAS untuk menerapkan karyanya. Oleh sebab itu, kemandirian dalam pengembangan konten lokal pada TIK DEPDIKNAS dijadikan salah satu skala prioritas. Namun tidak menutup kemungkinan untuk juga menggunakan produk luar DEPDIKNAS apabila memang diperlukan.

9 Indikator Kemajuan
Indikator pengembangan TIK DEPDIKNAS pada dasarnya adalah adanya
peningkatan dari lima aspek:
1. Pelaku/pengguna
2. Kapasitas
3. Layanan
4. Kesinambungan, dan
5. Kompetensi dari komunitas TIK DEPDIKNAS.26

10 Kematangan Layanan
Ada 4 (empat) tingkat kematangan TIK DEPDIKNAS yang dapat didefinisikan, yaitu:
1. Kematangan tingkat satu tercapai apabila semua informasi yang diperlukan pada suatu        kegiatan pendidikan dapat terpenuhi secara akurat, valid dan terpadu oleh layanan       informasi TIK DEPDIKNAS.
2) Kematangan tingkat dua tercapai apabila semua form dan data entry untuk memfasilitasi      kegiatan entri data (collecting data) terlayani melalui TIK DEPDIKNAS secara online     real time.
3)  Kematangan tingkat tiga tercapai apabila tersedia fasilitas interaksi dan komunikasi antar      pengguna, penggua dengan penyedia layanan dalam menyelesaikan suatu urusan secara      online hingga tuntas melalui fasilitas TIK DEPDIKNAS.
4) Kematangan tingkat empat tercapai apabila tersedia beragam layanan yang interaktif dan dinamis hingga membentuk suatu komunitas berbasis pengetahuan yang terampil dan kreatif.

11 Investasi Pengembangan
Pembiayaan pengembangan berasal dari anggaran DEPDIKNAS serta kontribusi yang berasal dari komunitas dan kemitraan vendor. Anggaran DEPDIKNAS ditujukan untuk pengembangan layanan utama TIK yang bersifat dasar dan umum. Biaya pengembangan tahap lanjut bisa sangat mahal dan tidak bisa dibebankan sendiri oleh DEPDIKNAS. Untuk itu diharapkan adanya swadana dari komunitas, pemerintah daerah serta kemitraan industri dalam pengembangan lebih lanjut. Dengan peran aktif pembiayaan swadana tersebut diharapkan TIK DEPDIKNAS dapat lebih berkembang dan berkesinambungan.




Guru bukan lagi merupakan satu-satunya sumber belajar bagi para  siswanya tetapi telah bergeser menjadi salah satu sumber belajar karena masih banyak lagi sumber belajar lain.

a.    Perubahan Paradigma pada Guru
Tampaklah telah terjadi pergeseran paradigma mengenai guru, yaitu yang semula merupakan satu-satunya sumber belajar bagi siswanya, menjadi salah satu sumber belajar bagi para siswanya. Nah sekarang, cobalah lengkapi pernyataan yang belum lengkap berikut ini. Sebagai guru atau instruktur, tentunya ANDA dapat dengan mudah melengkapi beberapa pernyataan berikut ini karena kegiatan pembelajaran merupakan lingkungan yang sehari-harinya ANDA terlibat di dalamnya.


Dahulu guru dianggap sebagai satu-satunya sumber belajar,
sekarang ………………………………………………………………
Dahulu guru dianggap paling dan serba tahu,
sekarang …………………………………………………………………
Dahulu guru dianggap sebagai yang harus digugu dan ditiru,
sekarang …………………………………………………………………
Dahulu kegiatan belajar mengajar berpusat kepada guru,
Sekarang …………………………………………………………………
Dahulu metode mengajar guru cendrung monoton,
Sekarang ………………………………………………………………
Dahulu guru cenderung tidak mengembangkan materi ajar,
Sekarang ………………………………………………………………


Kegiatan identifikasi tersebut di atas tentunya masih dapat kita teruskan. Nah, bagaimana kalau ANDA mencoba untuk melanjutkannya? Cobalah dengan cara mengelompokkan peran guru yang mengalami perubahan dan kelompok peran guru yang tidak mengalami perubahan. Kemudian, tentukan peran guru yang mana yang mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perkembangan atau kemajuan TIK. Diskusikanlah hasil pekerjaan ANDA dengan nara sumber sewaktu kegiatan belajar tatap muka dilaksanakan. Kerjakanlah tugas ini dengan sungguh-sungguh karena ANDA sendiri yang akan memperoleh keuntungan atau manfaatnya.
b.    Perubahan Paradigma pada Kurikulum
Sekarang, mari kita lihat perubahan paradigma tentang kurikulum. Kurikulum pada masa lalu sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah dan guru hanya tinggal mengimplementasikannya. Perubahan yang terjadi dewasa ini adalah bahwa penentuan kurikulum telah bergeser, tidak lagi sepenuhnya di tangan pemerintah. Justru, masing-masing satuan pendidikan diberi otonomi untuk mengembangkan kurikulum sendiri. Sedangkan peran pemerintah telah berkurang yaitu hanya menetapkan standar kompetensi. Perubahan ini akan terus berlanjut. Sekolah masa depan akan mengembangkan kurikulum yang menjadi ciri khas masing-masing. Orang tua murid akan memilih sekolah yang cocok untuk tempat pendidikan anaknya sesuai dengan minat dan harapan mereka.

c.    Perubahan Paradigma pada Proses Pembelajaran
Proes pembelajaran turut mengalami perubahan. Sebagaimana kita pahami bersama bahwa “proses pembelajaran yang sebelumnya adalah didominasi oleh aktivitas guru dan siswa cenderung pasif” telah bergeser menjadi “proses pembelajaran yang mendorong siswa aktif belajar”. Kemudian, apabila sebelumnya, proses pembelajaran adalah berbasis sumber belajar tunggal (single-based learning resources), maka telah berubah menjadi proses pembelajaran yang bebasis aneka sumber belajar (varied-based learning resources). Nah sekarang, cobalah diskusikan dengan sesama teman pelatihan mengenai perubahan paradigma pada komponen lainnya dari proses pembelajaran.

Usahakanlah agar diskusi tersebut di atas  dilaksanakan di bawah bimbingan fasilitator. Sebagai peserta pelatihan, hendaknya ANDA dapat seoptimal mungkin memanfaatkan kegiatan diskusi dengan cara memberikan kontribusi pemikiran terhadap masing-masing butir yang ada pada Tabel 1 di bawah ini. Berusahalah untuk dapat mendiskusikan sebanyak mungkin butir-butir yang tercantum pada Tabel 1.

Apabila ANDA dan teman-teman sesama peserta pelatihan berhasil mendiskusikan semua butir yang terdapat pada Tabel 1, maka semakin mantaplah keyakinan ANDA mengenai pengetahuan yang telah ANDA pelajari melalui modul ini. Seandainya tidak dapat mendiskusikan semua butir tersebut, tidak apa-apa. Sampaikanlah hasil diskusi ANDA dengan nara sumber sewaktu kegiatan belajar tatap muka berlangsung.

Tabel 1
Perubahan paradigma pada proses pembelajaran
DARI
KE
teacher-centered instruction
student-centered instruction
single sense
multisensory stimulation
singlepath progression
multipath progression
single media
Multimedia
isolated work
collaborative work
information delivery
information exchange
passive learning
active/inquiry-based learning
factual thinking
critical thinking
knowledge-based decision making
informed decision making
reactive response
proactive and planned action
isolated
authentic
artificial context
real-world context

DARI
KE
teacher-centered instruction
(Pembelajaran berpusat pada guru)
student-centered instruction
(Pembelajaran berpusat pada siswa)





















d.    Perubahan Paradigma pada Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan tidak terkecuali mengalami perubahan paradigma pada berbagai komponennya. Seiring dengan perkembangan atau kemajuan TIK, maka lembaga pendidikan yang sebelumnya hanya menerapkan moda tunggal (single mode) dalam menyelenggarakan pendidikan  telah mengalami perubahan menjadi moda ganda (dual mode). Perubahan paradigma juga terjadi pada institusi pendidikan sebagaimana disajikan pada daftar berikut ini. Sebagai peserta pelatihan yang aktif dan berinisiatif, apa yang kemungkinan akan ANDA lakukan mengenai daftar di bawah ini? Tentunya ada beberapa aktivitas yang dapat ANDA lakukan dan salah satu di antaranya adalah mendiskusikan masing-masing butir yang terdapat di dalam daftar dengan teman ANDA sesama peserta pelatihan.

Yakinkan diri ANDA bahwa dengan banyak berdiskusi berarti ANDA semakin terlatih dalam melakukan analisis terhadap berbagai permasalahan yang ada. Di sisi lain, ANDA juga akan semakin termotivasi untuk menggali berbagai referensi yang dibutuhkan. ANDA akan terus tertantang untuk meningkatkan akumulasi pengetahuan dan rasa percaya diri akan kemampuan diri sendiri.



Kawan, pernahkah mengalami waktu di mana kita malas untuk melakukan apapun? Bahasa kerennya mager alias malas gerak. Libur kerja atau lagi bebas kuliah kerjaannya cuma tiduran, malas mandi, nggak sarapan, tidak tahu mau pakai hari libur itu untuk melakukan apa.  Kadang bukan masalah tak ada uang untuk jalan, atau nggak ada hobi untuk dilakukan, tapi ya memang nggak ada niat untuk do something. Tak ada hal berarti yang kita lakukan.
Hal yang terberat justru ketika kita jatuh dan bingung harus melakukan apa. Ini bukan tentang niat yang hilang jadi malas melakukan sesuatu, tapi ketika kita kehilangan tujuan dan makna. Hal-hal yang berharga dulu telah berubah jadi tak berarti kini. Lalu siapakah yang akan membantu kita bangkit di saat jatuh dan terpuruk? 
Ada satu bagian yang selalu kuingat di buku My Stupid Boss (MSB) tapi lupa yang edisi ke berapa. Hehehe. Momen sang penulis dengan si bos yang biasanya kocak abis dan ngeselin berubah jadi serius dan genting ketika sang penulis kehilangan suaminya. Namun di puncak kesedihan dan kebingungannya, si bos justru justru semakin banyak memberinya tugas dan membuat dia sangat sibuk. Sekilas kok si bos ini seperti nggak punya empati, tapi justru di situlah dia menemukan hikmah. Kebingungan dengan statusnya yang kini single parent, down kehilangan suami sekaligus tulang punggung keluarga, tapi ketika si bosnya ini malah membuatnya sibuk, dia jadi tak punya waktu meratap dan larut dalam kesedihannya.
Aku tersenyum ketika membaca buku itu, seorang penulis yang menjadikan bos di perusahaan dia bekerja sebagai sumber inspirasi buku komedinya. Cerita tentang semua aib, kekonyolan, kelakuan ngeselin dan kocak si bos dia tumpahkan dalam buku. Pembaca tentu bertanya-tanya kenapa sih dia bisa bertahan dengan bos yang super duper ngeselin itu? Dilalah... salah satu alasannya karena ada momen ketika dia jatuh dan terpuruk, si bosnya itu bantu dia untuk bangkit.
Beberapa pekan lalu aku dapat kiriman gambar kalimat motivasi dari seorang teman di whatsapp.
"Berteman jangan hanya dengan yang membuat kita nyaman tapi yang memaksa kita untuk berkembang juga." Begitu kalimat yang tertulis di gambar tersebut. 
Yes.. mungkin redaksinya bisa lain-lain, tapi intinya aku setuju dengan kalimat itu. Teman bukan hanya seseorang yang membuat kita nyaman, namun teman juga memaksa kita untuk berkembang. Bukan badannya yang berkembang yak, itu mah kegemukan namanya. Hehehe.
Kawan, sungguh beruntung jika kita memiliki seorang teman yang berani membuat kita nggak nyaman demi membantu kita bangkit. Boleh jadi kita sebel dan ingin teriak "Arrggghhhhh!" padanya. "Ngapain sih rese ikut campur sama hidup gue?" begitu mungkin perasaan yang ada dalam hati kita.
Kawan, sudahkah kita dikelilingi oleh orang-orang yang akan mengulurkan tangannya ketika kita jatuh?
Akan ada saat-saat menyakitkan dalam hidup kita, Kawan. Ketika kita jatuh, down, terpuruk, hancur, bingung harus melakukan apa, kehilangan tujuan, dan seperti tak ada hal berharga dalam hidup ini. Malah tak jarang, saat jarak kita dengan Allah renggang atau malah kita marah pada Tuhan atas kenyataan yang tak sesuai dengan harapan kita. Hanya orang-orang terdekatlah yang berani mengulurkan tangannya dan menarik tangan kita untuk berdiri dan bangkit.
Lalu apa ciri dari orang-orang yang akan mengulurkan tangannya ketika kita jatuh.

1. Dia berteman dengan penjual minyak wangi.

Whatssss? Apa maksudnya temenan dengan penjual minyak wangi? Sabar dulu, Kawan, pernah dengar dong hadits yang satu?
“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim).
Seseorang itu adalah dia yang mengelilingi dirinya dengan penjual minyak wangi, alias teman-teman baik. Orang yang menghargai persahabatan tentu dia tak kan membiarkan temannya terpuruk dan jatuh. 

2. Dia berani marah, beda pendapat, bertengkar, bersebrangan, demi kebaikan kita

Teman baik bukanlah dia yang selalu setuju atau sependapat dengan pikiran dan perasaan kita, Kawan. Teman baik tak kan diam saja saat kita melakukan dosa atau mendekat dengan maksiat. Minimal banget dia akan marah, ketika dia lebih bijak dan hanif, bisa jadi dia akan melakukan segala cara untuk mengingatkan, menasehati dan membawa kita kembali ke jalan yang lurus. *Eaaaa.
So kalau suatu hari teman kita marah karena kita melakukan kesalahan, hei... dia lah yang akan paling mungkin mengulurkan tangannya ketika kita jatuh. Bukan teman-teman yang setuju saja dengan semua yang kita lakukan.


3. Dia yang berdoa dalam diam, tanpa kita tahu

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)
Orang-orang yang akan mengulurkan tangannya ketika kita jatuh adalah dia yang mendoakan kita dalam diam, Kawan.
Salah satu orang yang tak pernah lepas mendoakan kita adalah Ibu. Tak peduli kita mengakui atau tidak, menyadarinya atau sebaliknya. Itulah kenapa seringkali kita jumpai ibu tak pernah menyerah membantu, menolong, mengupayakan apapun yang dia bisa, untuk membantu anaknya keluar dari keterpurukan.

Selain keluarga dan guru, orang-orang yang akan mengulurkan tangannya ketika kita jatuh adalah teman-teman terbaik, sahabat-sahabat terbaik. Karena seperti kata Kahlil Gibran, sahabat adalah naungan sejuk keteduhan hati dan Api unggun kehangatan jiwa, karena akan dihampiri kala hati gersang kelaparan dan dicari saat jiwa mendamba kedamaian
Terus gimana dong caranya punya teman baik? Jadilah salah satunya. ^^
Oya.. kalau ada ciri lain orang yang akan mengulurkan tangannya ketika kita jatuh, share di kolom komentar yaaa.


You know my name, not my story. 
You've heard what I've done, not what I've been through. 
If you were in my shoes,
 you'd fall the first step.