twitter



1. Keuangan yang maha kuasa atau Hawa nafsu terhadap uang. Money is above all, Money is everything.  Syirik, karena akal dan hati dikuasai oleh tuhan Palsu. Kepada orang-orang yang mempertuhankan hawa nafsu ini seterusnya Allah SWT menegaskan: "Apakah engkau dapat menjadi pemeliharaan atasnya atau membuat orang itu menjadi orang baik atau apakah kamu kira mereka asfiratif/ mendengarkan jeritan dan keluhan rakyat dan menggunakan akalnya" (Q.S. Al-Furqon 25; 43-44)

2. Hukum tidak berdaya, apabila manusia telah dikuasai dan diperbudak oleh tuhan hawa nafsu sedemiian rupa maka akibat yang semestinya hokum tidak berdaya.
Hukum (UU, aturan, tata tertib, janji, sumpah jabatan, sumpah pegawai disiplin dan norma-norma yang mengatur semua aspek kehidupan) tidak akan berdaya, tidak berarti, dan tidak terwujud dalam kenyataan hidup sehari-hari, dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Contoh: KUHP (Keluar Uang Habis Perkara), HAKIM (Hubungi Aku Kalau Ingin Menang), JAKSA (Jajaki Dulu Jangan Paksa) Mengapa demikian? Karena Hawa nafsu terhadap Uang adalah Tuhan atau yang maha kuasa terhadapnya.

3. Penyimpangan dan penyelewengan dimana-mana.
Akibat yang semestinya dari hal tersebut di atas tentu akan terjadi penyimpangan dan penyelewengan diberbagai aspek, Ipoleksosbudhankam, seperti penyimpangan di bidang pendidikan, jual beli ijazah untuk menjadi anggota DPR, penyimpangan di bidang Moral yaitu TV Porno kekerasan dan tidak mendidik. Penyimpangan dibidang ekonomi yaitu laporan pajak dua macam yaitu yang palsu dan yang benar penyimpangan dibidang hokum jual beli keadilan dan sebagainya. Dan akhirnya  tegaklah hokum Rimba di dalam kehidupan. Siapa yang kuat dialah yang benar tidak dapat dielakkan lagi karena situasi dan kondisi serta sistemnya sudah demikian.

4. Maksiat merajalela
Tindak lanjut dari penyimpangan dan penyelewengan diatas adalah kejahatan dan maksiat merajalela diberbagai aspek kegihidupan. Terjadilah kemerosotan moral (Demoralisasi), hilangnya harkat dan martabat manusia (dehumanisasi), penghisapan manusia atas manusia, korupsi, kolusi, Nepotisme, melahap uang syubhat, sogok halus dan nataktis perpecahan, pemaksaat, pembunuhan, ketidak adilan, pemerkosaan, iklan cabul, gambar porno, sekularisasi, westernisasi dan yang sejensnya.

5. Umat manusia teraniaya.
Akhirnya yang menaggung semua akibatnya ini adalah rakyat atau umat manusia. Umat manusia menderita dan teraniaya dalam berbagai aspek kehidupannya, menderita di bidang ekonomi, rakyat miskin, banyak pengangguran, menderita di bidang social, rakyat berada dalam lingkungan yang immoral, rakyat menderita di bidang pendidkan rakyat dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkunga yang tidak baik, menderita di bidang seni, karena seni bukan sebagai alat dakwa dan pendidikan, tetapi sebagai gelanggang seksualitas dan merangsang nafsu birahi, menderita dibidang politik, karena kekuasaan bukan sebagai alat amal maruf dan nahi munkar. Tetapi disalahgunakan menjadi alat untuk memperkaya diri, dan menghalalkan segala cara asal tujuan tercapai. 

(sumber: Prof. Dr. Z.S. Nainggolan.MA)

0 comments:

Post a Comment