twitter


Lima sebab akibat umat manusia sejahtera, yaitu
Pertama adalah Tauhid. Mengapa? Sebab orang yang benar-benar bertauhid dan bersyahadat itu selalu ingat Allah sebagai kekasih yang tercinta, ingat dengan hati, dengan perbuatan dan dengan perkataannya, ingat firmannya dimana saja, kaoan saja, dan dalam keadaan yang bagaimanapun selalu terbayang tanda kebesaranNya. Kedua, hokum dijalankan dengan ikhlas, mengapa karena hati orang tersebut telah ikhlas membiarkan dirinya dikuasai oleh Allah, ikhlas karena Allah dalam menjalankan berbagai ibadah, norma, aturan, tata tertib, janji dan sumpah. Ikhlas artinya murni karena mengharap ridho Allah. Hatinya tidak dikotori oleh rasa sombong, riya, takabur, hasad, dengki,tidak semata-mata ingin harta, tahta dan wanita, tidak dikuasai oleh gengsi ingin dipuji dan yang sejenisnya. Keadaan rohani (akal dan hati) hamba Allah yang ikhlas seperti tersebut diatas tentu akan penuh dengan tanggung jawab, dan sebagai akibat yangs emestinya. Ketiga, rencana dan program akan berjalan sebagaimana mestinya. Rencana dan program itu tentu mencakup semua aspek kehidupan, baik dalam aspek ideologi, politik, social, ekonomi, budaya, pertahanan keamanan, pendidikan, pembinaan kerohanian, maupun dalam aspek lainnya. Keempat, kebaikan terwujud dalam kenyataan hidup, konsekuensinya sesuai dengan sunnatullah, dan hokum sebab  akibat  tentu kebaikan (rasa kasih sayang, persamaan, kemanusiaan, kemerdekaan, persatuan, tolong menolong, musyawarah keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, rasa senasib dan sepenanggungan, hak asasi manusia, kesadaran hokum, ukhuwah imaniah, kebebasan yang bertanggung jawab, keteladanan dan sebagainya) akan terwujud dalam kenyataan hidup sehari-hari, dalam kehiduoan pribadi, keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kelima, Umat manusia sejahtera, jika demikian halnya maka apa yang menjadi tujuan kita bersama, yang kita dambakan selama ini dan juga yang seharusnya menjadi rencana dan program pembangunan nasional kita yaitu masyarakat adil makmur yang merata secara rohaniah dan duniawiyah atau secara spiritual dan material dalam wadah Negara kesatuan RI yang merdeka, bersatu dan berkedauatan rakyat, dalam suasana prikehidupan bangsa yang aman tertib dan damai di bawah ampunan dan ridho Allah Yang Maha Pengampun akan tercapai dengan sendirinya.
Berkaitan dengan ini Allah menegaskan:
"Jikalau sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa yaitu konsisten dengan tauhid dan syahadat mereka, maka pasti kami akan melimpahkan kepada mereka bekah dari langit dan  bumi (masyarakat adil makmur), tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Allah, tanda-tanda kebesaran Allah atau sunnatullah sebab itu kami azab mereka disebabkan perbuatan mereka itu sendiri" (Q.S Al Araf, 7: 96).

0 comments:

Post a Comment