Manusia dibagi menjadi 2, Yaitu:
1. manusia yang baik, manusia yang baik ada 4 golongan
a. Beriman
b. Patuh
c. Taqwa
d. Berbuat baik (Akhlaqul karimah)
2. Manusia yang Jahat, manusia jahat dibagi 6 golongan
a. ingkar
b. Syirik
c. Munafik
d. Fasiq
e. Mutraf
f. Zalim
Manusia baik terbagi menjadi 4 golongan :
1. Orang yang Beriman
Secara singkat orang yang beriman adalah orang yang percaya firman Allah dan petunjuk Nabi dan menggunakannya.
Allah SWT berfirman : Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan yang tidak berguna), dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela, dan (sungguh beruntung orang yang memelihara amanah-amanah, dan janjinya, serta orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surge firdaus) mereka kekal di dalamnya.(23:1-11)
Surat Al- Muminun ayat 1 11 menerangkan :
Lima sifat utama yang membawa orang-orang mukmin masuk ke dalam surga firdaus:
1. Khusyuk dalam shalat dan selalu memelihara salat itu,. Khusyuk berarti membulatkan perhatian kepada mengingat Allah waktu shalat. Firman Allah, Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku (20:14). Memelihara shalat berarti tetep mengerjakan salat pada setiap waktu. Rasulullah menjawab pertanyaan sahabat, Apakah amalan yang paling disukai Allah? Rasulullah menjawab, Shalat pada waktunya.
2. Meninggalkan perkataan dan perbuatan yang percuma. Perkataan dan perbuatan seorang mukmin tetap selalu bermanfaat untuk dunia dan akhirat.
3. Membayar zakat untuk membersihkan jiwa dan menciptakan pemerataan rezeki Allah kepada hamba-Nya
4. Menjaga nafsunya sehingga tidak melakukan zina dan homoseks. Zina dan homoseks besar sekali bahayanya. Menghancurkan rumah tangga dan keturunan. Firman Allah, Janganlah kamu dekati zina. Sesungguhnya itu adalah perbuatan yang amat keji dan jalan yang paling tercela. (17 : 32)
5. Menjaga amanah dan menepati janji. Semua tugas dalam jabatan adalah amanah. Melalaikan tugas dan menyalahgunakan jabatan berkhianat namanya. Khianat tanda kemunafikan.
Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tanyanya : Wahai Rasul, amal apakah yang paling utama/ istimewa? Jawab Nabi SAW : Percaya (iman) kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Orang itu bertanya lagi, Sesudah itu apa lagi amal yang paling utama? Jawab Beliau, Jihad (berjuang dan berusaha sekuat tenaga) dalam membela agama Allah. Ia bertanya lagi, Sesudah itu apa lagi? Jawab Beliau, Haji mabrur (Haji yang diterima oleh Allah, karena telah memenuhi peraturan-peraturan yang telah ditentukan oleh Allah) (HR Bukhari).
Hadits di atas menggambarkan bahwa amalan yang paling baik atau istimewa adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
2. Orang yang Patuh
Secara singkat orang yang patuh adalah orang yang taat dan setia kepada Allah, Rasul, dan Pimpinan interen umat Islam.
Allah SWT berfirman: Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu) (42 :47)
Ayat di atas adalah seruan, pengingat untuk manusia agar taat patuh pada segala firman-Nya, karena watak manusia bergembira-ria dan lupa daratan waktu mendapat karunia. Resah-gelisah manakala ditimpa musibah.
Penyerahan diri, tunduk patuh dan taat kepada perintah Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya SAW merupakan kewajiban seorang muslim. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mutlak. Taat kepada Rasulullah SAW berarti taat kepada Allah Azza wa Jalla.
Allah berfirman : Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara mereka. (4 : 80)
3. Orang yang Bertaqwa
Taqwa artinya patuh. Orang yang bertaqwa adalah orang yang patuh kepada Allah SWT yaitu orang yang menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya setelah mengetahuinya disebut Muttaqin. Untuk patuh seseorang perlu mengetahui apa apa yang harus dipatuhi, Oleh karena itu mempelajari apa apa yang harus dipatuhi adalah suatu kewajiban dan merupakan bagian dari ibadat yang harus didahulukan.
Allah berfirman : Dan bersegeralah (siapkan diri) untuk mendapat ampunan dari Tuhanmu dan untuk (masuk) surge yang luasnya seluas ruang angkasa dan bumi yang telah tersedia bagi orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya waktu dalam keadaan lapang (berada) atau dalam keadaan sempit (susah), menahan amarahnya, dan suka memafkan kesalahan orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (muhsinin).
Dari Abu Zar, Jundub bin Janadah dan Abu Abdurrahman, MuAz bin jabal ra dari Rasulullah SAW beliau bersabda : Bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya ia menghapus kejahatan itu dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik. (HR. Timidzi).
Dilihat dari hadits di atas bahwa orang yang bertakwa kepada Allah selalu melakukan kebaikan dan berakhlak baik kepada sesama manusia.
4. Orang yang Berakhlak Mulia
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW berabda, sebaik-baik kalian adalah yang paling mulia akhlaknya (HR Bukhari
Dan Beliau juga bersabda, Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat tinggalnya denganku pada hari kiamat adalah yang yang paling mulia akhlaknya. (HR. Tirmidzi, shahih).
Dengan adab dan akhlak mulia pulalah kelak pada hari kiamat timbangan kebaikan seseorang bisa lebih berat daripada timbangan kejelekannya sebagaimana sabda Nabi SAW, Tidak ada suatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang mulia (HR. Tirmidzi)
Segala adab dan akhlak mulia terrsebut sudah beliau contohkan dan praktikan dalam kehidupan beliau. Sebagaimana Allah SWT berfirman : Sesungguhnya telah aada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan Dia banyak menyebut nama Allah (33 : 21).
Dengan demikian jika seseorang ingin mempelajari adab dan akhlak mulia maka tiada lain sumbernya adalah Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah SAW.
Manusia jahat digolongkan menjadi enam yaitu :
1. Ingkar/ Kafir
Kafir artinya menolak. Tidak dikatakan kafir seseorang yang belum ditawari dan mengetahui apa yang ditawarkan kepadanya. Jadi orang kafir adalah orang yang menolak setelah ditawari kebenaran yang telah diketahui dan dipahaminya.
Orang kafir terbagi kedalam 2 dua bagian:
a. Kafir (menolak) kepada keseluruhan yang ditawarkan
b. Kafir (menolak) kepada sebagian yang ditawarkan. (misalnya: badan dan hidup diterima, aturan pakai badan dan hidup ditolak atau hukum shalat, zakat, puasa, haji..
Ditinjau dari sikap dan perbuatannya manusia ada beberapa istilah di dalam Islam, antara lain;
1. Kafir Dzimi, yaitu : orang non Islam yang hidup di wilayah kedaulatan hukum Islam dan tidak memusuhi Islam an Umat Islam.
2. Kafir Harbi, yaitu : orang non Islam yang memusuhi dan memerangi Islam dan umat Islam.
3. Kafir Bughot, yaitu : orang Islamyang memisahkan diri dari persatuan dan kesatuan umat Islam di wilayah kepemimpinan intern umat yang sudah ada.
Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (2:6)
2. Musyrik
Syirik artinya mempersekutukan, menyatukan, mencampur, atau menganggap sama. Orang yang mempersekutukan, menyatukan, mencampur, atau menganggap sama kepada Allah, aturan kekuasaan dan hukum Allah SWT disebut orang musyrik.
Orang musyrik terbagi kedalam 3 (tiga) bagian yaitu :
a. Musyrik Rububiyah, yaitu orang yang mengakui, membenarkan, menggunakan dan melaksanakan dua atau lebih aturan selain aturan Allah SWT. Melaksanakan perintah puasa menurut Allah dan melaksanakan puasa menurut perintah dukun dan syetan.
b. Musyrik Mulkiyah, yaitu orang mengakui membenarkan, menggunkan dan melaksanakan hukum dan sanksi hukum selain hukum dan sanksi hukum Allah SWT.
c. Musyrik Uluhiyah, yaitu orang yang mengaku diri sebagai Tuhan, mengurangi dan atau menambah Tuhan dan kedudukan-Nya. Mengaku sebagai abdi Allah SWT dan abdi dari yang lain. Memuja Allah SWT dan memuja kepada yang lain. Berjuang demi berlaku dan terlaksananya perintah Allah SWT dan memuja kepada yang lain. Berjuang demi berlaku dan terlaksananya perintah Allah SWT dan demi kepentingan lain (misalnya demi kepentingan pribadi, keluarga, suku, Negara atau mungkin bagi bagi kepentingan masyarakat dunia).
Allah SWT berfirman: Dan mereka berkata Hendaklah kamu masuk agama yahudi da nashrani, niscaya kamu mendapat petunjuk. Katakan , Tidak, tetapi (kami) mengikuti agama Nabi Ibrahin yang lurus. Dan bukanlah Ibrahim masuk golongan orang-orang musyrik. (2:135).
Allah SWT berfirman Apakah tidak menjadi petunjuk bagi (kaum musyrikin) berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan padahal mereka berjalan (di reruntuhan) rumah-rumah mereka (mereka mengetahui benar keadaanya)? Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda (perhatian) bagi orang-orang yang berakal. (20:128).
3. Munafik
Munafik dari kata Nifak artinya setengah hati, menerima aturan Tuhan disebut orang munafik . Orang munafik dikenal ajaran Islam orang yang memiliki dua muka (dzul wajhaini), melihat dan menunggu dipihak mana yang dirasakan aman dan enak bagi dirinya.
Allah SWT berfirman Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, Kami mengakui bahwasanya kamu benar Rasul Allah.Dan Allah mengetahui bahwa kamu benar Rasul Allah, dan Allah mengetahui bahwa orang-orang munafik. (63:1).
Orang-orang munafik di zaman Rasulullah seperti Abdullah bin Ubai dan pengikut-pengikutnya banyak sekali merintangi orang-orang mukmin. Sifat-sifat mereka adalah :1. Pendusta, Perkataan mereka tidak dapat dipegang lain di mulut lain di hati; 2. Berani bersumpah palsu; 3. Tubuhnya tegap dan cakap, tetapi hatinya kosong; 4. Pengecut. Takut jika dipanggil untuk berperang.
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari disebutkan, dari Abdullah Bin Amr Bin Ash R.A. Katanya Nabi SAW bersabda : Ada empat perkara, barangsiapa terdapat pada dirinya lengkap keempatnya, itulah dia orang munafik sesungguhnya , dan barangsiapa terdapat padanya satu perkara saja maka ia termasuk munafik juga, hingga ditinggalkannya sifat yang satu itu : 1. Apabila dipercaya dia khianat, 2. Apabila berkata dia dusta, 3. Apabila berjanji dia mungkir, 4. Apabila ia bermusuhan dia sangat jahat.
4. Fasik
Fasik artinya mengelak. Orang fasik adalah yang mengetahui kebenaran dan kewajiban dari Allah SWT kemudian dia mmengelak dan tidak mau menjalankan kebenaran dan kewajiban tersebut. Misalnya : Mengaku orang Islam dan telah mengetahui bahwa sesame umat Islam itu bersaudara, harus bersatu, berpemimpin, harus menjaga keutuhan dilarang hidup bercerai-berai, dilarang saling benci, saling berbunuhan, kemudain karena kepentingan jabatan dan kekuasannya atau karena rasa dendam dia berbuat sebaliknya, yakni malah mempersulit, mengahalang-halangi umat Islam untuk bersatu dan berpemimpin serta menjalankanperintah agamanya, maka umat Islam tersebut disebut orang fasik.
Allah SWT berfirman Allah tidak segan membberikan perumopamaan seperti nyamuk dan yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang beriman mengetahui bahwa kebenaran itu dari Tuhan mereka. Adapun orang-orang kafir berkata Apa pulakah maksud Tuhan dengan perumpamaan seperti ini? Banyak orang disesatkan Allah SWT, dengan pereumpamaan itu dan banyak pula yang ditunjuki-Nya. Dan yang sesat karena perumpamaan itu orang-orang yang fasik. Orang-orang fasik itu melanggar janji Allah SWT yang sudah teguh, memutuskan hubungan silaturrahmi yang disuruh Allah SWT mengubungkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugii. (2 : 26-27)
Kebanyakan orang fasik berasal dari kaum cendikiawan dan intelektual atau ulama yang terkontaminasi oleh kebutuhan dan kepentingan pribadinya. Lebih mementingkan hidup damai dengan manusia dan situasi, daripada mentaati dan mematuhi Allah SWT.
5. Mutraf
Mutraf ialah orang itraf yaitu orang yang tidak mau syukur nikmat. Allah SWT berfirman : Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri maka Kami perintahkan kepada orang-orsng yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlakuterhadapnya perkataan (ketentuan Kami). kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.(Al-Israa:16)
Mutraf dalam ayat ini bisa berarrti para pejabat tinggi mulai dari eksekutifnya, misalnya presiden dan wakilnya, menteri, dan para pembantunya, gubernur , bupati dan seterusnya. intinya adalah mereka yang melalui kewenangan, kekuasaan, dan pengaruhnya ikut member warna dan menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bila mereka baik, maka baiklah negeri yang dipimpinnya, Jika mereka rusak , maka hancurlah bangsa dan negaranya.
6. Zalim
Zalim artinya aniaya. Sebagai kebalikan arti dari kata adil, maka zalim adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Orang yang menempatkan sesuatu bukan pada tempathnya disebut orang zalim,. Orang zalim addalah orang yang menempatkan Allah SWT setara dengannya attau dibawahnya. Mereka menempatkan aturan dan hukum Allah di bawah aturan undang-undang dan hukum buatan manusia. mereka mengabaikan, mensetarakan aturan dan hikuman Allah SWT dengan aturan, undang-undang dan hukum buatannya atau malah menolaknya. Mereka tahu bahwa Allah SWT telah membuat aturan (undang-undang, hukum dan sanksi hukum) untuk mereka namun mereka malah membuat dan menyusun aturan sendiri.
Kami turunkan Al-Quran itu agar kamu tidak mengatakan, Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi, Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca, atau agar kamu (tidak) mengatakan, Jikalau kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka. Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari Tuhanmu. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak, Kami akan member balasan kepada orang-orang yang berpaling darinya? Kelak, Kami akan member balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka saling berpaling. (6 : 156-157)
